Pemerintah Kabupaten Padangpariaman merilis kerugian akibat gempa sebanyak Rp 7,8 triliun. Kerugian materil tersebut disebabkan banyaknya bangunan yang rusak, khususnya rumah penduduk sebanyak 87.051 unit dan juga kerusakan infrastruktur dan bangunan perkantoran.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Syofrion, nilai kerusakan tersebut masih bersifat sementara dari hasil pendataan dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Padangpariaman.
"Hampir semua perkantoran pemerintah di lokasi bencana mengalami kerusakan, mulai kantor dinas dan badan, camat, walinagari dan walikorong," ujarnya, Minggu (18/10).
Menurut Syofriyon, dari data sementara rumah penduduk yang mengalami rusak berat sebanyak 70.833 unit, rusak sedang sebanyak 11.998 unit dan rusak ringan sebanyak 4.220 unit. "Itu rumah dengan klasifikasi permanen, untuk non permanen mengalami kerusakan sedang sebanyak 632 unit dan rusak ringan sebanyak 222 unit," ujarnya.
Ketua Harian Penanganan Bencana Sumbar, Marlis Rahman, semua data yang disampaikan kabupaten dan kota akan diverifikasi ulang oleh tim independen yang melibatkan tiga perguruan tinggi di Sumbar dan bantuan asistensi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Tim independen tersebut akan bekerja sampai tanggal 20 Oktober 2009.
"Kita jadikan data yang masuk sebagai data awal, untuk pendataan yang lebih valid lagi akan diverifikasi tim independen nantinya," ujar Marlis yang juga Wakil Gubernur Sumbar.
Sumber : tribun pekanbaru
Minggu, 18 Oktober 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


2 komentar:
Show/Hide Komentar
wow.. banyak yah.. smoga diberi ketabahan.. amin..
btw.. udah lama menghilang nih bos..
Poskan Komentar